Senin, 13 Januari 2014

GURUKU PAHLAWANKU



GURUKU PAHLAWANKU

Banyak orang sukses itu berawal dari belajar dan pendidikan. Guru merupakan salah satu peran utama dalam kesuksesan hidup kita. Hampir setiap orang mengenyam pendidikan formal yakni sekolah. Home schooling atau sekolah negeri atau sekolah swasta, itu semua diajarkan oleh Guru. Betapa mulianya pekerjaan sebagai guru.
Guruku aku bisa menulis karena engkau
Aku bisa membaca juga karena engkau
Aku bisa memahami arti kata juga karena engkau
Banyak yang aku bisa itu semua karena engkau
Tapi mengapa banyak orang yang tidak menghargai engkau setelah berhasil
Apabila tidak ada engkau, bagaiamana aku saat ini
Terimakasih atas jasa mu yang tidak pernah teputus
ouh guru ku….
Tapi sayangnya di Indonesia ini, guru itu masih kurang dihargai dengan baik dan pantas. Walaupun memang sudah ada sertifikasi, tetapi untuk mendapatkan sertifikasi ini persayaratannya sangat ribet sekali, terutama bagi guru yang sudah cukup tua. Karena kemajuan IT yang membuat mereka tidak dapat berbuat banyak. Dan pemerintah yang menuntut banyak kepada guru setelah guru mendapatkan sertifikasi.
Padahal sertifikasi ini layak didapatkan untuk guru. Karena kerja kerasnya mengajar siswa/siswi di sekolah dari berbagai kalangan dan sifat. Ada yang nakal alias tidak mau diatur oleh banyak peraturan yang dibuatkan oleh sekolah kepada murid, dan ada yang nurut pada peraturan serta mengumpulkan tugas dengan baik, dan ada pula yang males berangkat ke sekolah, karena berpikir lebih asik bermain game online atau nongkrong di warung, dan yang terakhir ada yang ingin sekolah tapi tidak diperbolehkan sekolah oleh orang tuanya, karena orangtua murid tersebut berpikir, daripada sekolah lebih baik mengurusi hewan ternak seperti kambing yang dapat menghasilkan uang.
Hal tersebut benar-benar terjadi dalam dunia pendidikan. Maka dari itu kerja keras untuk menjadi seorang guru, terutama guru yang di perbatasan atau daerah terpencil dengan murid yang antusias dengan pendidikan tapi terdapat keterbatasan pada pendukung media pendidikan itu sendiri. Ini sangat disayangkan, karena perjuangan murid serta guru untuk datang ke sekolah itu sangat sulit. Tetapi pemerintah daerah yang kurang memerhatikan daerah terpencil. Dan yang menginginkan untuk kerja di perbatasan atau daerah terpencil sangat jarang sekali.

SEPUCUK SURAT UNTUK AYAH DAN IBU



SEPUCUK SURAT UNTUK AYAH DAN IBU
Ayah dan ibu
Ketika kalian mulai tua, aku berharap aku dapat memahamimu dan mememiliki kesabaran untuk menjagamu
Suatu ketika saat kau memecahkan piring atau menumpahkan sup di atas meja karena aku tahu penglihatanmu mulai berkurang. Aku tidak akan memarahimu karena aku tahu tubuhmu mulai lemah..
Ketika aku harus berkata berulang-ulang karena pendengaranmu yang mulai memburuk aku tak akan bosan untuk mengulanginya atau menuliskannya untukmu.
Ketika lututmu mulai lemah, idzinkan aku untuk membantumu bangkit dan bangun Sebagaimana engkau selalu membantu aku saat masih kecil untuk belajar berjalan
Aku tak akan bosan untuk mendengarkan ucapanmu meski kau ulang-ulang seperti kaset rusak Karena aku ingin terus mendengarkan suaramu sampai akhir hidupmu
Aku jadi teringat ketika dulu aku menginginkan sebuah balon dan aku mengulangi apa yang aku mau berulang ulang sambil menangis, dan kau dengan penuh kesabaran meraih balon itu dan memberikannya padaku hingga tangisanku pun berhenti seketika beragnti dengan senyum bahagia
Dan aku pun juga masih ingat saat aku merengek-rengek minta es cream conello, dan langsung aku habiskan dimotor menuju pulang, saat kau bertanya “es creamnya mana dek?” habiz ujarku,,. Aku merasa bersalah saat kau berkata “ yah ayah nggak bisa nyicip”…
Merengek-rengek minta meja belajar sampai ngigau…dan ketika terbangun betapa terkejutnya aku saat melihat meja belajar yang aku inginkan sudah berdiri dikamarku
Aku juga masih ingat, ketika masih kecil aku selalu diajak kemanapun ayah dan ibu pergi, tertidur diatas motor nyampe motor oleng karena tubuhku yang mulai tumbuh besar, , kau selalu mengejarku karena aku tak ingin mandi karena takut kedinginan
Ayah dan ibu kau selalu penuhi keinginanku meski disela keterbatasanmu… maafkan aku ayah ibu jika aku selalu meminta….
masa kecilku penuh kebahagian, penuh dengan cinta dan kasih sayangmu….
Kini aku tlah beranjak dewasa, tibalah saatnya aku yang menjagamu, merawatmu, memenuhi kebutuhanmu meski kau selalu menolak ketika aku ingin membantumu…
.
Ketika ada waktu luang, idzinkan aku untuk mendengarkan isi hatimu berbicara dari hati ke hati sehingga aku tahu apa yang sesungguhnya apa yang engkau harapkan pada anakmu ini. Tak hanya beberapa menit bahkan berjam-jam karena aku tak ingin membiarkanmu sendiri sepanjang waktu meski sesibuk apapun diriku.
Aku teringat disaat dulu kau tak pernah bosan selalu mendengarkan apapun yang aku ceritakan tentang mainanku
Dan disaat kau hanya bisa terbaring dan sakit aku akan selalu bersabar untuk merawatmu meski mungkin kau akan mengompol atau membuat berantakan tempat tidurmu.
Aku ingin sekali merawatmu hingga beberapa saat terakhir dalam hidupmu
ketika waktu itu datang, aku berharap dapat memegang tanganmu erat dan memberikan kekuatan untuk menghadapinya.
aku akan selalu berdo’a untuk mu ayah dan ibu
karena aku mencintaimu………………….


Minggu, 05 Januari 2014

PINK WARNA KESUKAANKU




PINK WARNA KESUKAANKU
Saya sangat suka warna merah muda atau pink karena menurut saya warna pink itu indah, bagus, unik dan menarik dan juga pas bila di pakai perempuan. Ibu saya juga sering membelikan saya barang atau accesoris warna pink karena ibu saya tahu saya suka warna pink kecuali baju karena kata ibu saya kalau bajunya warna  pink semua enggak bervariasi warna bajunya kalau kabanyakan warna pink.
            Warna pink sangatlah feminim atau perempuan banget. Karena menurut saya warna pink itu sangatlah sejuk apabila di pandang. Dan warna pink itu sangatlah indah bagi saya. Saya sangat suka mengkoleksi benda atau barang yang berwarna pink. Sampai teman-teman saya banyak yang tahu kalau saya suka warna pink karena sakin banyaknya mengkoleksi warna pink.
 Setiap ada teman saya yang memakai aksesoris warna pink, saya memujinya dengan kata-kata “warna pink itu bagus dan cantik ya”. Saya sangat senang bila teman saya banyak yang memakai accesoris warna pink, karena itu artinya banyak yang suka warna pink. Namun, meskipun saya suka warna pink bukan berarti semua barang yang saya punya berwarna pink semua, ada juga yang warna pink, merah, biru, coklat, kuning, putih, abu-abu, hitam, merah hati, ungu, dll.

Minggu, 01 Desember 2013

SIAPKAH KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI?


Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi?

Mungkin tidak asing lagi jika kita mendengar kata “globalisasi” karena zaman kita sekarang ini sudah menghadapi era globalisasi. Globalisasi adalah suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar atau bisa disebut masyarakat global. Bukan hanya di Indonesia saja yang mengalami era globalisasi, tetapi seluruh dunia.
Jika saya ditanya “siapkah koperasi menghadapi era globalisai?” menurut saya koperasi kurang siap untuk menghadapi era globalisasi. Karena masih banyak yang perlu dibenahi jika koperasi ingin bersaing di era globalisai.  
Jika koperasi benar-benar ingin bersaing di era globalisasi, maka koperasi harus berani melihat kekurangannya yang selama ini pasti sengaja tidak diperhatikan. Untuk mempersiapkan diri dalam era globalisasi, sehingga menjadi lembaga yang berkualitas. Banyak yang perlu dibenahi oleh koperasi, diantaranya:
a.       Memanfaatkan teknologi yang ada
b.      Mengintensifkan koperasi tersebut
c.       Mengadakan pembinaan terhadap pengurus dan anggota
d.      Tepat mengalokasikan dana
e.       Perlihatkan kegiatan dilapangan
f.       Tingkatkan infrastruktur
g.      Memperindah Fisik dari gedung itu sendiri
h.      Meningkatkan kinerja pengurus
i.        Sumbangan nyata kepada pemberdayaan ekonomi rakyat
Dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh koperasi dalam hal menyiapkan mental untuk menghadapi era globalisasi. Koperasi harus bisa meyakinkan masyarakat, bahwa koperasi mampu bersaing di era globalisai.

Tiga tingkat bentuk eksistensi koperasi :
            Pertama, koperasi dipandang sebagai lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu, dan kegiatan usaha tersebut diperlukan oleh masyarakat. Kegiatan usaha dimaksud dapat berupa pelayanan kebutuhan keuangan atau perkreditan, atau kegiatan pemasaran, atau kegiatan lain. Pada tingkatan ini biasanya koperasi penyediakan pelayanan kegiatan usaha yang tidak diberikan oleh lembaga usaha lain atau lembaga usaha lain tidak dapat melaksanakannya akibat adanya hambatan peraturan. Peran koperasi ini juga terjadi jika pelanggan memang tidak memiliki aksesibilitas pada pelayanan dari bentuk lembaga lain. Hal ini dapat dilihat pada peran beberapa Koperasi Kredit dalam menyediaan dana yang relatif mudah bagi anggotanya dibandingkan dengan prosedur yang harus ditempuh untuk memperoleh dana dari bank. Juga dapat dilihat pada beberapa daerah yang dimana aspek geografis menjadi kendala bagi masyarakat untuk menikmati pelayanan dari lembaga selain koperasi yang berada di wilayahnya.
Kedua, koperasi telah menjadi alternatif bagi lembaga usaha lain. Pada kondisi ini masyarakat telah merasakan bahwa manfaat dan peran koperasi lebih baik dibandingkan dengan lembaga lain. Keterlibatan anggota (atau juga bukan anggota) dengan koperasi adalah karena pertimbangan rasional yang melihat koperasi mampu memberikan pelayanan yang lebih baik. Koperasi yang telah berada pada kondisi ini dinilai berada pada ‘tingkat’ yang lebih tinggi dilihat dari perannya bagi masyarakat. Beberapa KUD untuk beberapa kegiatan usaha tertentu diidentifikasikan mampu memberi manfaat dan peran yang memang lebih baik dibandingkan dengan lembaga usaha lain, demikian pula dengan Koperasi Kredit.
Ketiga, koperasi menjadi organisasi yang dimiliki oleh anggotanya. Rasa memilki ini dinilai telah menjadi faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan pada berbagai kondisi sulit, yaitu dengan mengandalkan loyalitas anggota dan kesediaan anggota untuk bersama-sama koperasi menghadapi kesulitan tersebut. Sebagai ilustrasi, saat kondisi perbankan menjadi tidak menentu dengan tingkat bunga yang sangat tinggi, loyalitas anggota Kopdit membuat anggota tersebut tidak memindahkan dana yang ada di koperasi ke bank. Pertimbangannya adalah bahwa keterkaitan dengan Kopdit telah berjalan lama, telah diketahui kemampuannya melayani, merupakan organisasi ‘milik’ anggota, dan ketidak-pastian dari dayatarik bunga bank.

 Langkah-langkah Koperasi untuk Menghadapi Era Globalisasi
1. Dalam menjalankan usahanya, pengurus koperasi harus mampu mengidentifikasi kebutuhan kolektif anggotanya dan memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan mempertimbangkan aspirasi anggota-anggotanya, sangat dimungkinkan kebutuhan kolektif setiap koperasi berbeda-beda.
2. Adanya efektifitas biaya transaksi antara koperasi dengan anggotanya sehingga biaya tersebut lebih kecil jika dibandingkan biaya transaksi yang dibebankan oleh lembaga non-koperasi.
3. Kesungguhan kerja pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi. Disamping kerja keras, figur pengurus koperasi hendaknya dipilih orang yang amanah, jujur serta transparan.
4. Pemahaman pengurus dan anggota akan jati diri koperasi, pengertian koperasi, nilai-nilai koperasi dan prinsip-prinsip gerakan koperasi harus dijadikan point penting karena hal itu yang mendasari segala aktifitas koperasi. Aparatur pemerintah terutama departemen yang membidangi masalah koperasi perlu pula untuk memahami secara utuh dan mendalam mengenai perkoperasian.
5. Kegiatan koperasi bersinergi dengan aktifitas usaha anggotanya.
6. Koperasi produksi harus merubah strategi kegiatannya dengan mereorganisasi kembali supaya kompatibel dengan tantangan yang dihadapi.  Dengan demikian, koperasi pun mampu setidaknya menghadapi era globalisasi saat ini, bukan malah terseret arus globalisasi yang berdampak koperasi akan tenggelam. Mari kita benahi koperasi sejak dini, karena koperasi di Indonesia juga merupakan jati diri bangsa dalam memajukan perekonomian.
 Tantangan untuk pengembangan masa depan memang relatif berat, karena kalau tidak dilakukan pemberdayaan dalam koperasi dapat tergusur dalam percaturan persaingan yang makin lama makin intens dan mengglobal. Kalau kita lihat ciri-ciri globalisasi dimana pergerakan barang, modal dan uang demikian bebas dan perlakuan terhadap pelaku ekonomi sendiri dan asing (luar negeri) sama, maka tidak ada alasan bagi suatu negara untuk “meninabobokan” para pelaku ekonomi (termasuk koperasi) yang tidak efisien dan kompetitif. Dengan demikian, koperasi pun mampu setidaknya menghadapi era globalisasi saat ini, bukan malah terseret arus globalisasi yang berdampak koperasi akan tenggelam. Mari kita benahi koperasi sejak dini, karena koperasi di Indonesia juga merupakan jati diri bangsa dalam memajukan perekonomian.
 Negara Indonesia merupakan Negara Sedang Berkembang (NSB). Sedangkan koperasi bukan hanya ada di Indonesia tapi juga ada di Negara lain. Bahkan di Negara Maju (NM). Koperasi di NM lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidak adilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Sedangkan, di NSB koperasi dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra Negara dalam menggerakan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Dalam kata lain, bobot politik atau intervensi pemerintah di dalam perkembangan koperasi di NSB atau Indonesia terlalu kuat. Sementara di NM tidak ada sedikitpun pengaruh politik sebagai pendukung. Kegiatan koperasi di NM murine kegiatan ekonomi. Di Indonesia masih merupakan bagian dari sistem politik. hal ini dapat dilihat dari pernyataan-pernyataan umum bahwa koperasi di Indonesia penting demi kesejahteraan masyarakat dan keadilan, bukan seperti di NM bahwa koperasi penting untuk persaingan.
Maka dari itu hendaklah kita memajukan koperasi Indonesia dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan keadilan dengan persaingan sehat, tingkat kreatifitas yang tinggi dan mampu menghadapi era globalisasi.

Referensi:




                           

Kasus 12-1 MUSCLE MAX: PELATIH PRIBADI ANDA SENDIRI

Kasus 12-1 MUSCLE MAX: PELATIH PRIBADI ANDA SENDIRI 1.         Masalah apa yang disebutkan dalam kasus diatas? Jawab: Perbedaan harga...